My Serendipity’s Blog











{November 20, 2008}   Cermin

bukan dari air, juga bukan dari kaca
hanya cermin

tak bisa lupa, tak bisa benci
karena selalu melihat bayanganmu

tak bisa ingat, tak bisa rindu
karena selalu sakit

mata itu
bibir itu
hidung itu
senyum itu
semua seperti dirimu



{November 12, 2008}   Aku Ingin Telanjang

Aku ingin telanjang, biar semua melihat
aku ingin telanjang, biar tak ada yang kututupi
aku ingin telanjang, biar aku bisa merasakan tiap tangan yang menyentuh semua bagian tubuhku
aku ingin telanjang, biar orang bisa melihat indahnya diriku
aku ingin telanjang, biar kau tahu semua mauku

biar kan kutelanjang dan berbaring di atas ranjangmu dengan penuh kepasrahan
biar kucoba mengingat kembali bagaimana kau menyentuhku
biar kuingat lagi asyiknya bercumbu denganmu
biar kucoba mengingat betapa indahnya bercinta denganmu
biar kuingat lagi bagaimana rasanya menyentuhmu

masih ingatkah kau dengan sentuhanku?



{November 12, 2008}   Coba Genggam Tanganku

Mendekatlah jika kau ingin melihatku
duduk di sampingku biar kubisa dengar detak jantungmu
biar kucari tahu, apa detak jantungmu masih sama dengan detak jantungku

genggam tanganku
tatap mataku
temukan cinta untukmu

peluk yang erat seakan kita takkan bertemu lagi



{November 12, 2008}   Ciuman

Hm… masih selalu kuingat ketika pertama kali kau menciumku
bibirmu yang lembut menyentuh bibirku
ku bisa rasakan darahku berdesir
nafasku terhenti
tubuhku menjadi dingin

indah…

tak perlu berkata-kata tuk mengungkap rasa

aku rindu kamu!



{Oktober 29, 2008}   Tak Cukupkah?

tak cukup kah semua pengorbananku,
hingga terus menerus kau korbankan aku?
tak cukup kah cinta yang berlimpah untukmu,
hingga harus mengering sungai cintaku?
tak cukupkah aku berjalan beriringan denganmu,
hingga harus ditarik, diseret dan diikat?

mungkin sebaiknya ku membagi segala yang kupunya bukan hanya denganmu, tapi juga dengannya dan mereka



{Oktober 29, 2008}   Kerinduan

satu kata sejuta makna
kukirimkan lewat angin yang berhembus
berharap akan sampai pada yang kutuju

ah… kenapa hati harus merasa rindu
sementara luka semakin menganga

dulu… sekarang… dan nanti
kerinduan ini masih tersimpan di hati

seandainya bisa menghapus luka
akan ku sirami hati ini dengan rindu
hingga cinta bisa benar-benar termaafkan



{Oktober 27, 2008}   Pertemuan di Persimpangan

Diam!

Dengarkan detak jantungku yang makin tak menentu dan darahku yang mengalir deras
Kamu! Iya, kamu! Yang ternyata sudah menungguku di persimpangan itu
Yang datang di saat ku tak lagi bisa menemukan jalanku
yang menjadi bagian dari takdir hidupku

akankah ku menjadi sang penjahat cinta?
akankah ku menjadikan ini sebagai dosa termanis?

biar menjadi tanya dalam diamku



{Oktober 27, 2008}   Hari yang Baru

Kusambut hari yang mendung-cerah-mendung ini dengan hati yang riang.
Menarik nafas sedalam mungkin.
Saatnya untuk bangkit lagi dari keterpurukan, dari kesakitan yang tak kunjung hilang.

Haruskah merubah hati?
Haruskah berubah arah?

hmm… kita lihat saja nanti



dan lain-lain